Kamis, 31 Maret 2016

Sistem Desain Kerja

A.    Desain Pekerjaan (Job Design)

Pengertian desain kerja (job design) adalah pengalokasian jenis-jenis pekerjaan dengan mempertimbangkan beberapa ide dan selanjutnya mengkombinasikan pekerjaan tersebut dengan tugas-tugas para pegawai, dan tugas tersebut disesuaikan dengan tujuan organisasi dan kebutuhan dari individu.  Mendesain pekerjaan berusaha meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja,mencocokkan tugas individu dengan kelompok,dan tercapainya kualitas kehidupan kerja serta kepuasan kerja bagi setiap individu untuk melakukan pekerjaan. Mendesain pekerjaan (job design) biasanya dilakukan pada saat awal atau setelah ditentukannya tujuan yang ingin dicapai organisasi.

Menurut para ahli:

• Robbins: Desain kerja (job design) merupakan istilah yang menunjukkan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang lengkap.

• Schonberger: Desain kerja (job design) merupakan gambaran dari sekian banyak konsep atau ide, kemudian diwujudkan secara formal dalam bentuk kegiatan-kegiatan.

• Schemerhorn: Desin kerja (job design) merupakan pengalokasian daftar pekerjaan untuk individu dan kelompok.

• Mondy: “Job design is the process of determining the specific tasks to be performed, the methods used in performing these tasks, and how the job relates to other work in organization.” (Desain pekerjaan adalah proses menentukan tugas-tugas khusus yang akan dilaksanakan, metode yang digunakan dalam pelaksanaan tugas, dan bagaimana hubungan suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain disebuah organisasi).

B.      Mendesain Kembali Pekerjaan (Job Redesign)

Pengertian mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah kegiatan merancang atau menyusun kembali rencana-rencana yang telah dibuat tentang tugas-tugas para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.  Manajemen merancang kembali proses-proses yang dilewati perusahaan dalam menjalankan pekerjaan. Manajemen juga harus menilai atau mengevaluasi proses-proses penting yang dapat menonjolkan kompetensi perusahaan tersebut.

Menurut para ahli:

• Robbins: Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan untuk merancang kembali pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan perubahan.

• Schermerhorn: Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah penyusunan kembali komponen-komponen dari tugas-tugas pada kebutuhan yang layak serta dalam rangka memperbaiki kemampuan individu.

Yang paling penting dalam mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah mendesain kembali pekerjaan-pekerjaan tersebut agar dapat menarik, bervariasi, dan adanya tantangan dalam pekerjaan tersebut.

Luthans mengemukakan bahwa untuk mendesain kembali pekerjaan dapat digunakan berbagai cara, antara lain:
1. Menvariasikan keterampilan,
2. Mengidentifikasi tugas,
3. Mensignifikan tugas-tugas,
4. Otonomi pekerjaan,
5. Memberikan umpan balik terhadap pekerjaan sendiri,
6. Memberikan umpan balik terhadap agen-agen.

C.     Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (Job Design)

Banyak penelitian yang menghasilkan konsep dan teori tentang job design dengan pendekatan motivasi. Konsep dan teori tersebut telah banyak diadopsi oleh banyak organisasi di dunia dan terus mengalami perubahan sesuai dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah konsep tentang job design dengan pendekatan motivasi adalah model survei Diagnostik Pekerjaan Hackman-oldman yang mengkombinasikan lima variabel karakteristik pekerjaan.

Namun, sejalan dengan perubahan dan kebutuhan terutama pada era globalisasai, konsep hackman-oldman tidak mampu seluruhnya menjawab tantangan tersebut, untuk itu perlu diadakan modifikasi konsep job design. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan model dan pendekatan job design dari setiap organisasi.

Model baru ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan dan munculnya kebutuhan baru dalam proses job design dari setiap organisasi tersebut. Namun model apapun yang digunakan oleh tiap organisasi tersebut, job design harus mampu mengakomodir kebutuhan individu dan organisasi dan mampu mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Robbins menjelaskan beberapa teknik untuk dapat digunakan dalam mendesain pekerjaan:
1. Rotasi kerja (job rotation),
2. Modul kerja (work modules),
3. Perluasan kerja (job enlargement),
4. Pengayaan kerja (job enrichment),
5. Tim kerja terpadu,
6. Lingkaran kualitas kerja.

Elemen-elemen yang dibutuhkan untuk mendesain pekerjaan:
-  Elemen organisasional
-  Pendekatan mekanistik
-  Aliran kerja
-  Praktek-praktek kerja.

D.    Teknik-Teknik Desain Kerja

1)      Rotasi Kerja (Job Rotation)
Pengertian rotasi kerja adalah memberikan variasi dan keterampilan kerja kepada pegawai, yaitu dengan cara memindahkan pegawai dari departemen satu ke departemen yang lainnya agar pegawai tidak bosan dengan pekerjaannya yang monoton, rutin dan terbatas.

Menurut para ahli:

• Robbins: Rotasi kerja adalah variasi horisontal atau pepindahan pekerjaan secara horisontal. Perpindahan  pekerjaan secara horisontal dapat diterapkan pada hal-hal dasar yang dirancang, yakni dengan program latihan dimana para pegawai memerlukan waktu lebih kurang tiga bulan dalam suatu aktivitas,kemudian baru dilanjutkan dengan  pekerjaan yang lain.

• Certo: Rotasi kerja adalah mencoba mengatasi kebosanan dalam bekerja dan memerlukan perpaduan individu dalam bekerja, dengan tidak dibutuhkan keterampilan yang tinggi dan lebih diprioritaskan pada pekerjaan yang sederana. Bagaimanapun juga rotasi pekerjaan sangat efektif dalam mencapai tujuan-tujuan lain dalam organisasi, seperti yujuan pelatihan dengan bermacam-macam fungsi dalam suatu organisasi.

• Stonner: Dalam rotasi kerja para pegawai dapat dipindah-pindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya. Dengan cara memberikan peluang bagi pegawai untuk mengembangkan pekerjaan yang berbeda-beda dan rotasi kerja juga menawarkan tantangan dan motivasi untuk berprestasi.

2)      Perluasan Kerja (Job Enlargement)

Bone menjelaskan bahwa “Job enlargement is the rearranging of jobs to increase their complexity” (Perluasan kerja adalah menata ulang pekerjaan untuk meningkatkan kompleks atau kerumitan mereka). Perluasan kerja ini dimaksudkan untuk menambah jumlah jenis pekerjaan pada suatu unit maupun pada suatu organisasi tertentu secara horizontal, yang disebabkan oleh pengembangan organisasi sesuai dengan tuntutan kebutuhan.

Cara-cara yang dapat digunakan untuk perluasan kerja (job enlargement) menurut Mitchelt:
1. Pertukaran pegawai,
2. Mengganti tingkat kesulitan,
3. Mengulang tugas-tugas yang memberatkan digantikan dengan mesin bila perlu,
4. Memberikan tugas yang banyak atau memperbanyak petunjuk untuk melakukan pekerjaan,
5. Penggunan rotasi kerja.

3)      Pengayaan Kerja (Job Enrichment)

Pengayaan kerja adalah usaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan meningkatkan kedalaman pekerjaan dan mengacu pada pengembangan pekerjaan secara vertikal. Tiap pegawai dapat diberikan tanggung jawab untuk mengatur kecepatan kerjanya sendiri, untuk memperbaiki kesalahannya sendiri, dapat memutuskan cara yang terbaik untuk melaksanakan pekerjaan dan pengambilan keputusan sendiri.

Untuk menentukan dan menetapkan luasnya pengayaan kerja (job enrichment) pimpinan perlu mempertimbangkan beberapa faktor yaitu pendidikan dan pengalaman para pegawai, prinsip-prinsip yang digunakan, kesiapan pegawai untuk berpartisipasi dan teknologi dari proses kerja dan filosofi manajemen dalam organisasi.

4)      Kelompok Kerja

Kelompok kerja adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing.


Sabtu, 26 Maret 2016

Analisis Sistem

Definisi

Analisis sistem adalah kunci yang digunakan perencana dalam proses pemecahan masalah, ini direncanakan untuk menentukan apa yang dapat dijalankan untuk perencanaan sistem dan direncanakan dengan analisis kebutuhan dan mengidentifikasi alternatif yang mungkin dilaksanakan. Analisis sistem merupakan pemisahan suatu hal dalam bagian-bagian tertentu, bagian-bagian tersebut kemudian dipelajari serta dievaluasi untuk memenuhi kebutuhan manajemen secara umum. Analisis sistem tersebut dapat dilakukan dengan ketentuan; pertama, apa yang diperlukan untuk menemukan kebutuhan sesungguhnya. Kedua, alternatif  apa yang bermanfaat untuk mencapai keperluan. Dan ketiga, apa keuntungan dan kerugian dari alternatif penyelesaian.

Analisis sistem adalah suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Analisis sistem ini meliputi

·         Kesadaran akan adanya suatu masalah,
·         Identifikasi berbagai alternative,
·         Analisis dan sintesis dari berbagai faktor,
·         Penentuan suatu cara pemecahan masalah yang optimal atau sekurang-kurangnya lebih baik dan
·         Program kegiatan.

Dan menurut para tokoh analisis sistem dapat didefinisikan sebagai berikut:

1. Menurut Mc Leod

Analisis sistem adalah penelitian terhadap suatu sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbaharui.

2. Menurut Pressman

Analisa sistem adalah kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.

3. Menurut Mardi

Analisis sistem adalah proses kerja untuk menguji sistem informasi yang sudah ada dengan lingkungannya sehingga diperoleh petunjuk berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemampuan sistem.

Menurut Winardi, pada langkah awal seorang analis harus memahami dan mengerti mengapa ia menggunakan analisis sistem dan tentunya dilandasi oleh beberapa alasan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan analisis sistem sebagai alat untuk memecahkan masalah  organisasi yang berhubungan dengan penetapan waktu, peramalan, kontrol persediaan yang perlu diperbaiki.

2. Penggunaan analisis sistem karena adanya penerapan peraturan baru dalam organisasi, seperti; undang-undang baru, praktek akunting baru, jasa organisatoris baru, ataupun praktek manajemen yang baru.

3. Penggunaan analisis sistem karena adanya keinginan untuk mengimplementasikan sebuah ide baru, teknologi baru maupun teknik baru dalam organisasi, seperti; OCR (optical character recognition) untuk mencatat pesanan-pesanan para langganan yang menyebabkan terjadinya sistem baru dalam organisasi.

4. Analisis sistem dapat digunakan karena adanya suatu keinginan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan. Di luar negeri banyak diantara sistem prosesing data dan sitem informasi yang sedang digunakan dalam organisasi dirancang dan diimplementasikan dari tahun sebelumnya. Sasaran umum perbaikan sistem dapat dinyatakan dalam bentuk pengurangan biaya, servis yang lebih baik kepada para langganan, dan laporan yang dilaksanakan dapat berjalan lebih cepat.

Tahap analisis sebuah sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kesalahan dalam tahap ini maka akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Misalnya anda dihadapkan pada suatu masalah untuk menentukan seberapa jauh sistem tersebut telah mencapai sasarannya. Jika sistem mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya. Tugas ini yang disebut sebagai analisis sistem. Dan tugas utama dari proses analisis sistem meliputi :

•          Menentukan ruang lingkup sistem
•          Mengumpulkan fakta
•          Menganalisis fakta
•          Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

Ruang Lingkup Analisis Sistem

Dalam melaksanakan suatu analisis sistem, yang harus dilakukan adalah menetapkan skope (ruang lingkup) daripada analisis sistem. Sementara ruang lingkup dari analisis sistem dapat berbeda dipandang dari sudut jangka waktu, kompleksitas dan biaya untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, ruang lingkup dari analisis sistem harus ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu untuk menghadapi faktor-faktor pembatasan biaya dan waktu. Sebuah kreterium penting, yang sangat mempengaruhi ruang lingkup analisis sistem adalah filsafat sistem yang digunakan dan dianut oleh organisasi yang bersangkutan.


Kemudian ada lima hal yang dapat dihasilkan dari proses analisis sistem, yaitu:
1. Sistem pekerjaan dihentikan

Masalah utama dalam sistem perkerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan atau menemui jalan buntu, sehingga sistem pekerjaan tersebut harus dilepas atau tidak dapat dilanjutkan kembali.

2. Sistem pekerjaan ditunda

Dalam hal ini biasanya terjadi akibat kekurangan dana atau sikap konservatif manajemen, sehingga sistem tersebut harus dihentikan terlebih dahulu untuk sementara waktu.

3. Sistem pekerjaan diganti atau dimodifikasi

Hal tersebut disebabkan adanya masalah pada aspek-aspek atau subsistem tertentu sehingga harus segera diubah atau dikombinasi dengan subsistem lain. Selain itu dapat juga diperluas ruang lingkup dari sebuah sistem tersebut.

4. Sistem pekerjaan dilanjutkan dengan syarat

Berdasarkan hasil analisis ini sistem dapat dilanjutkan dengan harus mencapai target-target yang belum tercapai sebelumnya atau ketentuan-ketentuan dari berbagai pihak.

5. Sistem pekerjaan dilanjutkan tanpa syarat

Dalam hal ini berarti sistem tetap dapat berjalan seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

Analisis sistem sebagai alat untuk menentukan kebutuhan dan menjelaskan dari mana kita, kemana kita harus mencapai analisa misi, analisa fungsi, analisa tugas, dan analisa metode. Keempatnya membantu kita untuk memastikan apa yang akan dilakukan untuk menemukan kebutuhan.

1.      Analisis Misi

Analisis misi menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat diukur pencapaian hasil sistem.Ini memerlukan spesifikasi hasil yang berhubungan langsung dengan identifikasi kebutuhan.Misi yang objektif dalam pembuatan keputusan berhubungan dengan spesifikasi yang disediakan dalam sistem perencanaan.

2.      Analisis Fungsi

Analisis fungsi adalah proses pemecahan sesuatu kedalam beberapa bagian komponen untuk diidentifikasi dan mengetahui kontribusi masing-masing komponen dalam mencapai suatu tujuan (Kaufman, 1998). Dalam menyelenggarakan analisis fungsi perencanaannya tidak terlepas dari analisis kebutuhan dan analisis misi. Seorang perencana harus memulai dan melakukan identifikasi tentang apa produk yang diinginkan dalam profil misi, apa yang harus diselesaikan dalam profil tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan yang diinginkan.

3.      Analisis Tugas

Analisis tugas adalah proses menganalisa bagaimana manusia melaksanakan tugas, apa saja yang dilakukan, perlatan yang digunakan, dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Analisis tugas memungkinkan membuat suatu struktur data mengenai tugas dan hasilnya akan baik jika didukung oleh sumber daya yang baik pula. Proses analisis tidak semata-mata mengumpulkan, menganalisis, mengorganisasikan data dan mempresentasikan namun kadangkala lita harus kembali melihat sumber informasi tersebut dengan pertanyaan dan cara pandang yang baru. Beberapa sumber informasi yang dapat dijadikan bahan analisis tugas adalah dokumentasi, observasi, wawancara, analisis awal.

Contoh penerapan analisis tugas dalam sistem perencanaan pendidikan dimulai dari kegiatan mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan pendidikan, menentukan masalah, menentukan langkah pemecahan masalah, menentukan strategi serta memilih alternatif untuk memecahkan masalah.

4.      Analisis Metode


Analisis metode diperlukan setelah analisis misi, analisis fungsi dan analisis tugas yang lengkap atau ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan masing-masingnya, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan tambahan. Dengan menggunakan analisis metode setiap fungsi akan terjabar dan terurai.

Kamis, 17 Maret 2016

Pendekatan Sistem dalam Proses Manajemen Pendidikan

Pendekatan sistem dalam perencanaan pendidikan sering digunakan oleh para perencana. Pada dasarnya pendekatan sistem merupakan alat untuk perencanaan pendidikan termasuk penilaian dan analisis sistem. Penilaian ini adalah tipe analisis yang membantu kita, dari mana kita harus memulai dan melanjutkan suatu rencana.

Sistem pendidikan menurut McGrath, (1972) yang mengembangkan konsep sistem pendidikan mengatakan bahwa pendekatan sistem bukanlah suatu rangkaian berseri, maupun tahap-tahap, sistem tersebut dinamis yang prosesnya terjadi secara interaktif. Sedangkan Hussain, (1972) mengatakan bahwa sistem pendidikan yang dirincikan dalam bentuk kebersamaan dalam organisasi yang mempunyai kepercayaan yang jelas dan merupakan suatu metode terbaik dari bermacam-macam sumber untuk memproduksi segala bentuk perubahan-perubahan pada kebiasaan atau tingkah laku pada mahasiswa.

Proses Pendekatan Sistem Pendidikan

·         Seperangkat tujuan dan sasaran
·         Menentukan kondisi
·         Membuat standar
·         Mensintesa bermacam alternatif pemecahan masalah
·         Membuat anggaran
·         Memilih alternatif
·         Mengorganisasi rencana
·         Mengadakan evaluasi

Sistem Perencanaan

1.   Identifikasi masalah, perecanaan pendidikan akan melihat perbedaan diantara apa yang diharapkan atau dikehendaki dengan kenyataan pada waktu sekarang.

2.   Menentukan masalah dan alternatif pemecahan, yaitu proses penetapan kebutuhan setelah mengidentifikasi perbedaan dalam pengambilan keputusan dan dasar-dasar dalam menentukan prioritas secara lengkap dalam sistem pendidikan.

Perencanaan pendidikan dalam penerapan pendekatan sistem harus memutuskan pada kebutuhan-kebutuhan untuk memecahkan masalah-masalah dengan analisa sistem pendidikan .
Perencanaan yang dibuat berguna untuk :

·         Mengurangi ketidakpastian dan perubahan pada  waktu mendatang.
·         Mengarahkan perhatian pada tujuan Perencanaan dibuat sebagai penentu arah pencapaian tujuan.
·         Penghematan biaya
·         Merupakan sarana pengendalian.

Analisis Sistem dalam Organisasi

Analisis sistem merupakan proses “sistem memilih” untuk memecahkan masalah bisnis atau industri. Curtis, (1971) mengamati bahwa sistem organisasi dan analisis sistem sering disamarkan atau dikaburkan. Dalam pengertian yang luas analisa kesisteman merupakan suatu pendekatan sistematis untuk membantu pimpinan organisasi dalam mengambil keputusan, yang selanjutnya digunakan sebagai pedoman langkah tindak selanjutnya. Adapun cara yang dilakukan pimpinan tersebut adalah melalui : mengkaji seluruh persoalan, menemukan tujuan-tujuan dan alternatif pencapaian tujuan, beserta perbandingan antar konsekuensi yang ditimbulkan akibat suatu alternatif dijalankan. Kegiatan analisis sistem harus menggunakan kerangka yang baik yang bersifat analitis, serta memasukkan pertimbangan dan intuisi para ahli dalam bidang substantif yang dikaji.

Tanggung Jawab Manajer

Para manajer ditugasi mengupayakan agar tugas-tugas khusus dilaksanakan secara berhasil. Mereka biasanya dievaluasi sehubungan dengan betapa baiknya mereka melaksanakan tugas-tugas demikian. Pada manajemen pendidikan terkandung enam langkah kegiatan, diantaranya adalah sebagai berikut :

·         Identifikasi masalah yang dibutuhkan dan masalah.
·         Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya.
·         Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan
·         Strategi penerapan meliputi manajemen dan strategi penyelesaian pengawasan dan peralatan
·         Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan diatas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan
·         Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki.
·         Dari enam langkah yang telah dijelaskan diatas maka dapat dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah di dalam proses perencanaan dan proses pengawasan pada pendekatan sistem pendidikan.

Model SIBERNETIKA


Sibernetika adalah bidang studi yang tujuannya untuk memahami dan menentukan fungsi dan proses dari sistem yang memiliki tujuan dan yang berpartisipasi dalam lingkaran rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi/tindakan menuju ke penginderaan lalu membandingkan dengan tujuan yang diinginkan, dan kembali lagi kepada tindakan.

Jumat, 11 Maret 2016

Pendekatan Sistem pada Masa yang akan Datang

"Organization as an open system- a system that takes in resources from external environment and converts or transform them into goods and services that are sent back to that environment, where they are bought by customers (Setiap organisasi sangat terbuka untuk sistem-sistem yang mengambil sumber daya dari lingkungan eksternal yang mengubah mereka menjadi barang dan jasa yang dikirim kembali ke lingkungan tersebut, di mana mereka dibeli oleh pelanggan).

            “ System approach in the future will greatly affect the performance of the organization and the environment. This system approach can control the performance and minimize errors in the organization. With system approach, managers can immediately fix any errors that exist in the organization.(pendekatan sitem pada masa yang akan sangat mempengaruhi kinerja dari organisasi dan lingkungan. pendekatan sistem ini dapat mengkontrol kinerja dan meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam organisasi.  dengan pendekatan sistem ini, manager juga dapat segera memperbaiki segala kesalahan yang ada dalam organisasi).

            Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan system pada masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh organisasi dan lingkunga serta peran dari manajer. Pendekatan system ini dapat mengidentifikasi kemajuan organisasi tersebut dan juga dapat meminimalisir kesalahan kesalahan yang ada dalam organsasi tersebut.


Penerapan Pendekatan Sistem

         Pendekatan sistem menekankan pada kriteria yang akan meningkatkan kelangsungan organisasi dalam waktu yang lama.

         Kemampuan organisasi dalam memperoleh sumber-sumber.

         Memelihara interaksi di dalam dan dengan lingkungan di luar organisasi.

         Relasi dengan lingkungan yang menjamin secara terus menerus perolehan masukan dan keluaran yang dapat diterima dengan baik.

         Efisiensi dalam transformasi masukan menjadi keluaran (jumlah klien yang dilayani, investasi modal dalam teknologi pelayanan, perubahan dalam jumlah klien yang dilayani).

         Komunikasi yang transparan.

         Tingkat konflik antar kelompok.

         Tingkat kepuasan pegawai.

Keuntungan Pendekatan Sistem

  • Jenis dan jumlah masukan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Proses yang dilaksanakan dapat diarahkan.
  • Keluaran yang dihasilkan dapat lebih optimal.
  • Umpan balik dapat diperoleh pada setiap tahap


Meramalkan masa yang akan datang

Tujuan meramalkan masa yang akan datang adalah agar dapat memprediksi segala sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang dalam sebuah organisasi. Sistem pada dasarnya belum sempurna , sebuah sistem akan selalu berinovasi sesuai perkembangan zaman, sistem akan selalu memperbaharui diri menyesuaikan keadaan yang dibutuhkan pada keadaan saat ini.


Kamis, 03 Maret 2016

Jaringan Kerja dan PERT

Pendekatan sistem

Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem.

Jaringan Kerja

Pada dasarnya perencanaan jaringan kerja menggunakan cara berfikir sistem (pendekatan sistem) yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari system organisasi secara keseluruhan. Analisa jaringan kerja merupakan suatu perpaduan pemikiran yang logis, digambarkan dengan suatu jaringan yang berisi lintasan-lintasan kegiatan dan memungkinkan pengolahan secara analitis.

Keuntungan analisa jaringan kerja

  1. Dapat merencanakan suatu proyek secara keseluruhan.
  2. Penjadwalan pekerjaan dalam urutan yang praktis dan efisien.
  3. Pengadaan pengawasan dan pembagian kerja maupun biaya.
  4. Penjadwalan ulang untuk mengatasi hambatan dan keterlambatan.
  5. Menentukan kemungkinan pertukaran antara waktu dan biaya.

Penggunaan jaringan kerja

  1. Proyek-proyek kompleks dengan multi kegiatan yang saling tergantung.
  2. Proyek besar yang banyakmelibatkan orang, serta menggunakansarana dan prasarana, waktudan dana dalam jumlahyang sangat besar.
  3. Proyek yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat.
  4. Proyek yang memerlukan informasi padat dan kontinu.
  5. Proyek-proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas.

PERT

PERT adalah singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik pengavaluasian dan peninjauan kembali). PERT secara fundamental merupakan representasi diagramatik sebagai mana suatu alat grafik bagi manajemen. PERT merupakan suatu analisis jaringan kerja yang telah dikembangkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan. Metode PERT adalah salah satu pengelolaan yang merupakan alat bagi seorang pimpinan untuk dapat menghasikan suatu perencanaan yang baik dan lengkap , serta berfungsi dalam melakukan pengawasan.

Kegunaan PERT

Keguanaan PERT secara terinci adalah sebagai berikut :
  1. Dengan adanya peristiwa atau event  yang menunjukan selesainya suatu kegiatan yang diakibatkan oleh satu atau lebih kegiatan. Dapat diketahui sebelumnya hambatan yang terjadi , sehingga dapat mencari beberapa alternatif tindakan pencegahan.
  2. Pada jaringan kerja dapat digambarkan dengan jelas kegiatan-kegiatan yang mempunyai waktu pelaksanaan kritis dan kegiatan-kegiatan yang tidak kritis, sehingga kita dapat menyiapkan langkah-langkah apa yang harus di tempuh.
  3. Gambar suatu jaringan kerja memberikan bantuan yang sangat penting dalam komunikasi.
  4. Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk memilih pelaksanaan  kegiatan lebih ekonomis dari segi pembiayaan , kepastian menggunakan sumber-sumber dan sebagainya