Definisi
Analisis sistem adalah kunci yang
digunakan perencana dalam proses pemecahan masalah, ini direncanakan untuk menentukan
apa yang dapat dijalankan untuk perencanaan sistem dan direncanakan dengan
analisis kebutuhan dan mengidentifikasi alternatif yang mungkin dilaksanakan.
Analisis sistem merupakan pemisahan suatu hal dalam bagian-bagian tertentu,
bagian-bagian tersebut kemudian dipelajari serta dievaluasi untuk memenuhi
kebutuhan manajemen secara umum. Analisis sistem tersebut dapat dilakukan
dengan ketentuan; pertama, apa yang diperlukan untuk menemukan kebutuhan
sesungguhnya. Kedua, alternatif apa yang
bermanfaat untuk mencapai keperluan. Dan ketiga, apa keuntungan dan kerugian
dari alternatif penyelesaian.
Analisis sistem adalah suatu metode atau teknik yang
digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Analisis sistem
ini meliputi
·
Kesadaran akan adanya suatu masalah,
·
Identifikasi berbagai alternative,
·
Analisis dan sintesis dari berbagai faktor,
·
Penentuan suatu cara pemecahan masalah yang optimal
atau sekurang-kurangnya lebih baik dan
·
Program kegiatan.
Dan menurut para tokoh analisis sistem dapat didefinisikan
sebagai berikut:
1. Menurut Mc
Leod
Analisis sistem adalah penelitian terhadap suatu sistem yang
telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbaharui.
2. Menurut
Pressman
Analisa sistem adalah kegiatan menemukan atau
mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat
spesifikasi sistem.
3. Menurut Mardi
Analisis sistem adalah proses kerja untuk menguji sistem
informasi yang sudah ada dengan lingkungannya sehingga diperoleh petunjuk
berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan
kemampuan sistem.
Menurut Winardi, pada langkah awal seorang analis harus
memahami dan mengerti mengapa ia menggunakan analisis sistem dan tentunya
dilandasi oleh beberapa alasan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan analisis sistem sebagai alat untuk memecahkan
masalah organisasi yang berhubungan
dengan penetapan waktu, peramalan, kontrol persediaan yang perlu diperbaiki.
2. Penggunaan analisis sistem karena adanya penerapan
peraturan baru dalam organisasi, seperti; undang-undang baru, praktek akunting
baru, jasa organisatoris baru, ataupun praktek manajemen yang baru.
3. Penggunaan analisis sistem karena adanya keinginan untuk
mengimplementasikan sebuah ide baru, teknologi baru maupun teknik baru dalam
organisasi, seperti; OCR (optical character recognition) untuk mencatat
pesanan-pesanan para langganan yang menyebabkan terjadinya sistem baru dalam
organisasi.
4. Analisis sistem dapat digunakan karena adanya suatu
keinginan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan.
Di luar negeri banyak diantara sistem prosesing data dan sitem informasi yang
sedang digunakan dalam organisasi dirancang dan diimplementasikan dari tahun
sebelumnya. Sasaran umum perbaikan sistem dapat dinyatakan dalam bentuk
pengurangan biaya, servis yang lebih baik kepada para langganan, dan laporan
yang dilaksanakan dapat berjalan lebih cepat.
Tahap analisis sebuah sistem
dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem.
Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kesalahan dalam tahap ini maka
akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Misalnya anda dihadapkan
pada suatu masalah untuk menentukan seberapa jauh sistem tersebut telah
mencapai sasarannya. Jika sistem mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat
menemukannya. Tugas ini yang disebut sebagai analisis sistem. Dan tugas utama
dari proses analisis sistem meliputi :
• Menentukan ruang
lingkup sistem
• Mengumpulkan
fakta
• Menganalisis
fakta
• Mengkomunikasikan
temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem
Ruang Lingkup Analisis Sistem
Dalam melaksanakan suatu analisis
sistem, yang harus dilakukan adalah menetapkan skope (ruang lingkup) daripada
analisis sistem. Sementara ruang lingkup dari analisis sistem dapat berbeda
dipandang dari sudut jangka waktu, kompleksitas dan biaya untuk
melaksanakannya. Oleh karena itu, ruang lingkup dari analisis sistem harus
ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu untuk menghadapi
faktor-faktor pembatasan biaya dan waktu. Sebuah kreterium penting, yang sangat
mempengaruhi ruang lingkup analisis sistem adalah filsafat sistem yang
digunakan dan dianut oleh organisasi yang bersangkutan.
Kemudian ada lima hal yang dapat dihasilkan dari proses
analisis sistem, yaitu:
1. Sistem pekerjaan dihentikan
Masalah utama dalam sistem perkerjaan tersebut tidak dapat
diselesaikan atau menemui jalan buntu, sehingga sistem pekerjaan tersebut harus
dilepas atau tidak dapat dilanjutkan kembali.
2. Sistem pekerjaan ditunda
Dalam hal ini biasanya terjadi akibat kekurangan dana atau
sikap konservatif manajemen, sehingga sistem tersebut harus dihentikan terlebih
dahulu untuk sementara waktu.
3. Sistem pekerjaan diganti atau dimodifikasi
Hal tersebut disebabkan adanya masalah pada aspek-aspek atau
subsistem tertentu sehingga harus segera diubah atau dikombinasi dengan
subsistem lain. Selain itu dapat juga diperluas ruang lingkup dari sebuah
sistem tersebut.
4. Sistem pekerjaan dilanjutkan dengan syarat
Berdasarkan hasil analisis ini sistem dapat dilanjutkan
dengan harus mencapai target-target yang belum tercapai sebelumnya atau
ketentuan-ketentuan dari berbagai pihak.
5. Sistem pekerjaan dilanjutkan tanpa syarat
Dalam hal ini berarti sistem tetap dapat berjalan seperti
yang telah direncanakan sebelumnya.
Analisis sistem sebagai alat untuk menentukan kebutuhan dan
menjelaskan dari mana kita, kemana kita harus mencapai analisa misi, analisa
fungsi, analisa tugas, dan analisa metode. Keempatnya membantu kita untuk
memastikan apa yang akan dilakukan untuk menemukan kebutuhan.
1. Analisis
Misi
Analisis misi menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat
diukur pencapaian hasil sistem.Ini memerlukan spesifikasi hasil yang
berhubungan langsung dengan identifikasi kebutuhan.Misi yang objektif dalam
pembuatan keputusan berhubungan dengan spesifikasi yang disediakan dalam sistem
perencanaan.
2. Analisis
Fungsi
Analisis fungsi adalah proses pemecahan sesuatu kedalam
beberapa bagian komponen untuk diidentifikasi dan mengetahui kontribusi
masing-masing komponen dalam mencapai suatu tujuan (Kaufman, 1998). Dalam
menyelenggarakan analisis fungsi perencanaannya tidak terlepas dari analisis
kebutuhan dan analisis misi. Seorang perencana harus memulai dan melakukan identifikasi
tentang apa produk yang diinginkan dalam profil misi, apa yang harus
diselesaikan dalam profil tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan yang
diinginkan.
3. Analisis
Tugas
Analisis tugas adalah proses menganalisa bagaimana manusia
melaksanakan tugas, apa saja yang dilakukan, perlatan yang digunakan, dan
hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Analisis tugas memungkinkan membuat
suatu struktur data mengenai tugas dan hasilnya akan baik jika didukung oleh
sumber daya yang baik pula. Proses analisis tidak semata-mata mengumpulkan,
menganalisis, mengorganisasikan data dan mempresentasikan namun kadangkala lita
harus kembali melihat sumber informasi tersebut dengan pertanyaan dan cara
pandang yang baru. Beberapa sumber informasi yang dapat dijadikan bahan
analisis tugas adalah dokumentasi, observasi, wawancara, analisis awal.
Contoh penerapan analisis tugas dalam sistem perencanaan
pendidikan dimulai dari kegiatan mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan
pendidikan, menentukan masalah, menentukan langkah pemecahan masalah,
menentukan strategi serta memilih alternatif untuk memecahkan masalah.
4. Analisis
Metode
Analisis metode diperlukan setelah analisis misi, analisis
fungsi dan analisis tugas yang lengkap atau ini dapat dilaksanakan secara
paralel dengan masing-masingnya, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan
tambahan. Dengan menggunakan analisis metode setiap fungsi akan terjabar dan
terurai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar