Senin, 16 Mei 2016

Organisasi Teori Sistem

1.   Pengertian Organisasi
            Kata “Organisasi” mempunyai dua pengertian umum, pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional seperti: organisasi perusahaan, instansi pemerintah, rumah sakit, dan sebagainya, dan pengertian yang kedua berkenaan sebagai “proses pengorganisasian” yaitu sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai efisien. Terdapat 2 aspek utama dalam penyusunan struktur organisasi: a. Departementalisasi dan b. Pembagian kerja.
            Departmentalisasi adalah pengelompokan-pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama, hal ini akan tercermin pada struktural formal suatu organisasi yang ditunjuk oleh suatu bagan organisasi.
            Pembagian kerja adalah uraian atau perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Demham demikian prinsip dalam kedua aspek tersebut do atas merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

2.   Struktur Organisasi
            Struktur organisasi (desain organisasi)dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan, baik di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukannya, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.
            Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut:
1)    Strategi Organisasi untuk mencapai tujuannya. Chandler telah menjelaksan hubungan strategi dan struktur organisasi dalam studinya pada perusahaan-perusahaan industri di Amerika. Dia pada dasarnya menyimpukan bahwa “struktur mengikuti strategi”. Stretegi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun di antara para manejer dan bawahan. Aliran kerja sangat dipengaruhi srategi, sehingga bila strategi berubah maka struktur organisasi juga berubah.
2)    Teknologi yang digunakan. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membeedakan bentuk struktur organisasi. Sebagai contoh, perusahaan mobil yanmg mempergunakan teknologi industri massal akan memerlukan tingkat standarisasi dan spesialisasi yang lebih tinggi dibanding perusahaan industri pakaian jadi yang mengutamakan perubahan mode.
3)    Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Kemampuan dan cara berpikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. Kebutuhan manajer dalam pembuatan keputusan juga akan memengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan di antara satuan-satuan kerja pada rancangan struktur organisasi. Di samping itu, orang-orang di luar organisasi, seperti pelanggang, supplier, dan sebagainya, perlu dipertimbangkan dalam penyusunan strukutur.
Ukuran organisasi. Besarnya organisasi, baik secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat memengaruhi struktur organisasi. Semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks, dan harus dipilih bentuk struktur yang tepat.

3.   Analisis Sistem Untuk Penilaian Kebutuhan
            Sistem analisis penilaian kebutuhan merupakan metode perencanaan yang menggunakan pendekatan sistem. Peranan pendekatan sistem dalam kegiatan perencanaan adalah melihat secara sistematis dan rasional tentang kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, baik kebutuhan individu, kelompok maupun organisasi. Kebutuhan tersebut perlu dipenuhi, kalau tidak terpenuhi akan terjadi masalah yang akan mengancam keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Suatu kebutuhan memerlukan harapan-harapan untuk dipenuhi. Oleh sebab itu sistem analisis terhadap organisasi perlu dilakukan dengan tepat, sesuai masing kebutuhan.
            Dalam perencanaan strategik untuk menentukan visi, misi dan tujuan, organisasi akan mulai menganalisa kebutuhan dari komponen-komponen sistem yang ada dalam organisasi, dengan mengidentifikasi komponen-komponen internal dan eksternal untuk melihat keunggulan, kekurangan, peluang dan ancaman yang ditimbulkan dari komponen-komponen sistem tersebut. Sangat penting untuk menggunakan pendekatan sistem dalam melihat, mengidentifikasi, menyeleksi, memilih, dan menetapkan kebutuhan mana yang perlu diprioritaskan dalam organisasi.  Usaha organisasi melihat kebutuhan dengan sistematis merupakan suatu cara yang digunakan oleh organisasi untuk memenuhi harapan anggota internal dan eksternal organisasi.

4.    Model Elemen Organisasi
            Kaufman menyumbangkan teori dan praktek dalam penilaian kebutuhan dalam pendidikan dan latiha. Dalam penelitian yang dilakukan memfokuskan pada kebutuhan organisasi terutama penilian kebutuhan dalam bidang kurikulum. Pendekatan sistem Kaufman meletakkan penilaian kebutuhan pada tahap perencanaan di dalam kontekks organisasi untuk memcahkan maslah dan pembaharuan.
            Input dan proses berhubungan dengan usaha organisasi internal; produk dan ouput berhubungan dengan hasil organisasi internal. Input dan proses adalah sarana yang digunakan organisasi untuk mencapai hasil dalam bentuk produk dan output yang harus mambawakan hasil.. Jadi penilaian kebutuhan yang sesungguhnya selalu berawal dari acuan eksternal untuk menentukan apa yang seharusnya dilakukan organisasi untuk memenuhi harapan masyarakat.
            Perbedaan antara tujuan akhir dan sarana, hasil prganisasi dan usaha organisasi sangat penting dalam model Kaufman. Jika kebutuhan sudah dikenal atau diketahui, maka organisasi menentukan bagaimana memperoleh apa ke kepada apa yang seharusnya dalam bentuk hasil. Model kaufman juga mempertimbangkan penilaian kebutuhan dalam sistem persekolahan yang dimulai dari kebutuhan yang dirasakan siswa, pendidikan dan masyarakat.

5.   Model Masyarakat Perguruan Tinggi
            Model ini memusatkan hubungan kurikulum masyarakat perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat yang melihat perbedaan-perbedaan antara apa yang ada (what is) dan apa yang sehatusnya (what should be). Tucker menyatakan bahwa separangkat penawaran pendidikan dikenal dengan kebutuhan yang di dasarkan pada beberapa data yang ada pada saat sekarang yang berisikan beberapa kekuatan untuk digunakan pada masa yang akan datang. Perguruan tinggi menawarkan program yang relevan perubahan, ppola dan kebutuhan para mahasiswa.
Model ini menawarkan suatu teknik perencanaan untuk pengambilan kputusan yang ditekankan kepada:
1.    Membuat ranking kebutuhan pendidikan secara berurutan.
2.    mengembangkan alternatif rencana yang disesuaikan dengan kebutuhan.
3.    Menentukan anggaran, alokasi, garis-garis besar kebutuhan  sesuai dengan prioritas.
4.    Memantau keuntungan kebutuhan dengan membandingkannya dengan biaya.
5.    Mengembangkan metode yang bersifat dinamis secara terus menerus untuk mengevaluasi sistem pendidikan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.


6.    Pendekatan Penilaian Kebutuhan
Pendekatan sistem yang sering digunakan dalam penilaian kebutuhan adalah analisis SWOT, yaitu model prosedur, instrument yang menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap organisasi pendidikan.
Model pengambilan keputusan yang dapat digunakan dalam penilaian kebutuhan adalah orientasi pada pelayanan manusia, dan konteks lainnya. Model pengambilan keputusan yang berorientasi pada layanan manusia percaya bahwa penilaian kebutuhan sering menjadi tujuan-tujuan pengindentifikasian harapan-harapan yang dimunculkan dari kebutuhan manusia dalam organisasi maupun di luar organisasi. Cohen menunjukkan suatu model untuk para perencana dan administrator program untuk melihat penilaian kebutuhan dalam bentuk konteks politis dan organisasi dengan memilih di antara berbagai pendekatan.
Cohen melihat penilaian kebutuhan sebagai proses yang sama dengan perumusan masalah atau  pengenalan masalah. Dalam hal memandang kondisi-kondisi di masa yang akan datang. Oleh sebab itu seseorang administrator program disarankan untuk mengembangkan hal-hal sebagai berikut :
1.    Tujuan dalam melaksanakan penilaian didukung oleh masyarakat, politikus, produksi, pengetahuan, dan alat bantu dalam pembuatan keputusan.
2.    Spesifikasi kebutuhan dinilai dalam bentuk populasi yang luas dan target khusus.
3.    Mengidentifikasi individu dan kelompok pemakai dan pengaruh mereka terhadap kebutuhan.
4.    Penilaian perkiraan kebutuhan yang ada sebelum melakukan penilaian baru.
5.    Spesifikasi mengenai produk penilaian.
6.    Keputusan mengenai kerangka waktu dan keajengan pengumpulan data pada sebuah sistem informasi manajemen,
7.    Analisis sumber daya yang tersedia untuk melaksanakan penilaian kebutuhan  baik di dalam maupun di luar organisasi.


Cohen, memberikan argumentasi bahwa validitas keilmuan tidaklah harus merupakan kriteria tunggal untuk memilih prosedur penilaian kebutuhan dan beberapa pendekatan lebih tepat  dibandingkan dengan pendekatan yang lainnya untuk konteks dan tujuan-tujuan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar