Sistem
perencanaan SP4 merupakan sistem penganggaran melalui penerapan Sistem
Perencanaan, Penyusun Program dan Penganggaran (SP4). Sistem ini diusahakan
oleh pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Perguruan Tinggi.Penerapan sistem perencanaan ini sangat penting untuk
Perguruan Tinggi. Sebab, Perguruan Tinggi merupakan salah satu wadah yang besar
untuk proses penyelenggaraan pendidikan, yang di dalamnya ada aset negara yaitu
kaum intelektual muda sebagai agen perubahan untuk bangsa Indonesia yang lebih
maju.Jika,perguruan tinggi tidak memiliki suatu sistem perencanaan yang
baik,bagaimana mungkin segala aktivitas di dalamnya dapat berjalan dengan baik
pula.Sebagaimana kita ketahui bahwa sistem merupakan kumpulan dari sub-sub atau
komponen sistem yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan
yang efektif dan efisien. Begitu
pula dengan sistem perencanaan penyusun program anggaran.Anggaran dalam
perguruan tinggi merupakan komponen yang sangat menunjang untuk mewujudkan
pelaksanaan program-program di perguruan tinggi dan sebagai penunjang dalam
terselenggaranya sistem yang baik.
A.
PENERAPAN
SP4
Dalam usaha meningkatkan pendidikan
di perguruan tinggi, pemerintah melalui direktorat pendidikan tinggi telah
melakukan beberapa usaha, di antaranya mengembangkan sistem penganggaran
melalui “Penerapan Sistem Perencanaan, Penyusun Program dan Penganggaran
(SP4)”. Dalam organsasi anggaran merupakan pernyataan kuantitatif formal mengenai
sumber daya yang dialokasikan untuk aktifitas yang direncanakan selama kurun
waktu yang tertentu (Stoner, dkk, 2003).
Stoner
melihat bahwa perencanaan anggaran dalam organisasi sebagai kegiatan pembuat
kebijakan,di antaranya:
1. Responsibility
center sebagai pusat tanggung jawab dimana fungsi organisasi bertanggungjawab
atas segala aktivitasnya.
2. Revenue
center atau dikenal dengan pusat pendapatan,unit organisasi hasilnya diukur
dalam bentuk uang tetapi tidak langsung dibandingkan dengan biaya input.
3. Expense
Center yang dinamakan dengan pusat pengeluaran atau pusat biaya dimana unit
organisasi seperti bagian administrasi, jasa dan penelitan inputnya dapat
diukur dalam bentuk uang, akan tetapi outputnya tidak.
4. Profit
Center, atau dikenal dengan pusat laba unit organisasi tempat bekerja diukur
dengan melihat perbedaan antara pendapatan dengan pengeluaran.
5. Investment
center, yang dikenal dengan pusat investasi orgaisasi mengukur nilai uang dari
input dan output serta membandingkan output dengan aset yang dipergunakan untuk
proses produksi.
B.
UNSUR-UNSUR
SP4
1. Siklus
Siklus
dapat digambarkan sebagai perputaran kegiatan secara berkesinambungan. Sp4
memiliki siklus yang mengatur seluruh aturan dan jadwal kegiatan administrasi
pembangunan atau rutin pendidikan tinggi yang telah disesuaikan dengan siklus
administrasi pembangunan atau rutin Departemen Pendidikan Nasional yang
menggunakan mekanisme daftar usulan proyek dan daftar isian proyek
(DUP&DIP) serta daftar usulan kegiatan dan daftar isian kegiatan
(DUK&DIK). Dalam penyusunan siklus sp4 terdapat beberapa prinsip yang diperhatikan,
diantaranya:
·
Siklus dapat menjamin arus informasi dan
pendapat dari bawah ke atas
·
Siklus ini hendaknya dapat mengakomodasikan
usaha untuk mewujudkan kesinambungan anatar kegiatan pembangunan yang telah
dijalankan dan kegiatan pembangunan yang direncanakan, baik rencana jangka
pendek, jangka menengah maupun jangka panjang
·
Siklus sp4 ini, hendaknya sinkron dengan
“siklus” kegiatan perencanaan Departemen Pendidikan Nasional
2. Struktur
program dan kegiatan
Dimana
semua rencana dan program pembangunan yang diajukan untuk menanggulangi sesuatu
masalah tertentu harus dapat ditampung dalam struktur yang telah disepakati.
3. Sistem
informasi
sistem
informasi merupakan bagian integral dari SP4, yang terdiri dari
dokumen-dokumen: (a) anggaran pembangunan: pengarahan perencanaan program, memo
program koordinatif; konsep program operasional; usulan program; memo keuangan;
daftar usulan proyek; daftar isian atau proyek pertunjukan operasional. (b)
anggaran rutin, pengarahan perencanaan kegiatan; memo program koordinatif;
proyeksi angggaran rutin; usulan anggaran rutin; memo keuangan; daftar usulan
kegiatan atau pra DIK; daftar isian kegiatan (Depdiknas, 2002).
C.
KARAKTERISTIK
SP4
Agar tercapainya efektifitas dan
efisiensi pelaksanaan SP4 diperguruan tinggi perlu dipahami karakteristik dari
sistem perencanaan dan penganggaran diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan
pendekatan sistem dalam perencanaan. Pendekatan sistem ini dikatakan sebagai
metoda ilmiah di dalam usaha untuk memcahkan masalah dengan menerapkan
kebiasaan berfikir mengenai sebab terjadinya suatu hal memandang suatu benda
dan peristiwa-peristiwa yang terjadi
2. Berorientasi
kepada output. Output merupakn sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan
suatu kegiatan organisasi. Oleh sebab itu SP4 selalu berorientasi kepada tujuan
dalam segala bentuk program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
3. Bekerja
berdasarkan Struktur Program/Kegiatan yang baku. Bekerja berdasarkan Struktur
Program/Kegiatan yang baku dapat mengarahkan perencana kepada penyusunan
program dan kegiatan secara efektif dan efisien karena kegiatan dapat diukur
dan diperkirakan pencapaiannya dengan tepat.
4. Kesinambungan
antara Otonomi dan Pengarahan. Sesuai dengan kebijakan pemerintah menjadikan
perguruan tinggi sebagai BHMN lebih menekankan pada otonomi perguruan tinggi
untuk mengelola semua sumberdaya yang ada sesuai dengan kemampuan dan fasilitas
yang dimilikinya. Salah satu segi perencanaan yang paling diperhatikan dalam
SP4 adalah kesinambungan anatar otomnomi perguruan tinggi dan program yang
ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sistem tersebut dapat
berlangsung dengan adanya sistem informasi manajemen yang tepat.
5. Bekerja
dengan Rencana Menggelinding (Rolling Plan)
Bertujuan agar semua
kebutuhan yang ada disetiap unit yang ada diperguruan tinggi dapat dipenuhi.
6. Pendekatan
Fungsional. Penggunaan SP4 melihat suatu masalah mulai dari fungsi-fungsi yang
ada diperguruan tinggi, yaitu masing-masing unit-unit yang ada harus dapat
menganalisis kebutuhan yang dimilikinya.
D.
PELAKSANAAN
SP4
Dalam
pelaksanaan SP4 diperguruan tinggi diperlukan beberapa peersyarakat.
Persyaratan tersebut dimaksudkan agar Sp4 dapat berjalan secara efektif dan
efisien sesuai dengan visi dan misi masing-masing perguruan tinggi. Untuk
mengimplementasikan SP4 secara baik perlu memenuhi persyaratan diantaranya :
1. Penghayatan
karakteristik SP4
2. Partisipasi
smeua pihak yang berkepentingan
3. Disiplin
berdasarkan siklus Sp4 yang telah ditetapkan
4. Perencaan
yang terus menerus dengan mempedomani ketentuan-ketentuan administratif SP4
5. Komitmen
pemimpin untuk mengimplementasikan SP4
6. Kemampuan
untuk menghayati permasalahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar