Senin, 16 Mei 2016

Sistem Perencanaan di Perguruan Tinggi

Sistem perencanaan SP4 merupakan sistem penganggaran melalui penerapan Sistem Perencanaan, Penyusun Program dan Penganggaran (SP4). Sistem ini diusahakan oleh pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi.Penerapan sistem perencanaan ini sangat penting untuk Perguruan Tinggi. Sebab, Perguruan Tinggi merupakan salah satu wadah yang besar untuk proses penyelenggaraan pendidikan, yang di dalamnya ada aset negara yaitu kaum intelektual muda sebagai agen perubahan untuk bangsa Indonesia yang lebih maju.Jika,perguruan tinggi tidak memiliki suatu sistem perencanaan yang baik,bagaimana mungkin segala aktivitas di dalamnya dapat berjalan dengan baik pula.Sebagaimana kita ketahui bahwa sistem merupakan kumpulan dari sub-sub atau komponen sistem yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Begitu pula dengan sistem perencanaan penyusun program anggaran.Anggaran dalam perguruan tinggi merupakan komponen yang sangat menunjang untuk mewujudkan pelaksanaan program-program di perguruan tinggi dan sebagai penunjang dalam terselenggaranya sistem yang baik.

A.   PENERAPAN SP4
            Dalam usaha meningkatkan pendidikan di perguruan tinggi, pemerintah melalui direktorat pendidikan tinggi telah melakukan beberapa usaha, di antaranya mengembangkan sistem penganggaran melalui “Penerapan Sistem Perencanaan, Penyusun Program dan Penganggaran (SP4)”. Dalam organsasi anggaran merupakan pernyataan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang dialokasikan untuk aktifitas yang direncanakan selama kurun waktu yang tertentu (Stoner, dkk, 2003).
Stoner melihat bahwa perencanaan anggaran dalam organisasi sebagai kegiatan pembuat kebijakan,di antaranya:
1.    Responsibility center sebagai pusat tanggung jawab dimana fungsi organisasi bertanggungjawab atas segala aktivitasnya.
2.    Revenue center atau dikenal dengan pusat pendapatan,unit organisasi hasilnya diukur dalam bentuk uang tetapi tidak langsung dibandingkan dengan biaya input.
3.    Expense Center yang dinamakan dengan pusat pengeluaran atau pusat biaya dimana unit organisasi seperti bagian administrasi, jasa dan penelitan inputnya dapat diukur dalam bentuk uang, akan tetapi outputnya tidak.
4.    Profit Center, atau dikenal dengan pusat laba unit organisasi tempat bekerja diukur dengan melihat perbedaan antara pendapatan dengan pengeluaran.
5.    Investment center, yang dikenal dengan pusat investasi orgaisasi mengukur nilai uang dari input dan output serta membandingkan output dengan aset yang dipergunakan untuk proses produksi.

B.   UNSUR-UNSUR SP4
1.    Siklus
            Siklus dapat digambarkan sebagai perputaran kegiatan secara berkesinambungan. Sp4 memiliki siklus yang mengatur seluruh aturan dan jadwal kegiatan administrasi pembangunan atau rutin pendidikan tinggi yang telah disesuaikan dengan siklus administrasi pembangunan atau rutin Departemen Pendidikan Nasional yang menggunakan mekanisme daftar usulan proyek dan daftar isian proyek (DUP&DIP) serta daftar usulan kegiatan dan daftar isian kegiatan (DUK&DIK). Dalam penyusunan siklus sp4 terdapat beberapa prinsip yang diperhatikan, diantaranya:
·        Siklus dapat menjamin arus informasi dan pendapat dari bawah ke atas
·        Siklus ini hendaknya dapat mengakomodasikan usaha untuk mewujudkan kesinambungan anatar kegiatan pembangunan yang telah dijalankan dan kegiatan pembangunan yang direncanakan, baik rencana jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang
·        Siklus sp4 ini, hendaknya sinkron dengan “siklus” kegiatan perencanaan Departemen Pendidikan Nasional

2.    Struktur program dan kegiatan
            Dimana semua rencana dan program pembangunan yang diajukan untuk menanggulangi sesuatu masalah tertentu harus dapat ditampung dalam struktur yang telah disepakati.

3.    Sistem informasi
            sistem informasi merupakan bagian integral dari SP4, yang terdiri dari dokumen-dokumen: (a) anggaran pembangunan: pengarahan perencanaan program, memo program koordinatif; konsep program operasional; usulan program; memo keuangan; daftar usulan proyek; daftar isian atau proyek pertunjukan operasional. (b) anggaran rutin, pengarahan perencanaan kegiatan; memo program koordinatif; proyeksi angggaran rutin; usulan anggaran rutin; memo keuangan; daftar usulan kegiatan atau pra DIK; daftar isian kegiatan (Depdiknas, 2002).

C.   KARAKTERISTIK SP4
            Agar tercapainya efektifitas dan efisiensi pelaksanaan SP4 diperguruan tinggi perlu dipahami karakteristik dari sistem perencanaan dan penganggaran diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan. Pendekatan sistem ini dikatakan sebagai metoda ilmiah di dalam usaha untuk memcahkan masalah dengan menerapkan kebiasaan berfikir mengenai sebab terjadinya suatu hal memandang suatu benda dan peristiwa-peristiwa yang terjadi

2.    Berorientasi kepada output. Output merupakn sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan suatu kegiatan organisasi. Oleh sebab itu SP4 selalu berorientasi kepada tujuan dalam segala bentuk program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

3.    Bekerja berdasarkan Struktur Program/Kegiatan yang baku. Bekerja berdasarkan Struktur Program/Kegiatan yang baku dapat mengarahkan perencana kepada penyusunan program dan kegiatan secara efektif dan efisien karena kegiatan dapat diukur dan diperkirakan pencapaiannya dengan tepat.
4.    Kesinambungan antara Otonomi dan Pengarahan. Sesuai dengan kebijakan pemerintah menjadikan perguruan tinggi sebagai BHMN lebih menekankan pada otonomi perguruan tinggi untuk mengelola semua sumberdaya yang ada sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang dimilikinya. Salah satu segi perencanaan yang paling diperhatikan dalam SP4 adalah kesinambungan anatar otomnomi perguruan tinggi dan program yang ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sistem tersebut dapat berlangsung dengan adanya sistem informasi manajemen yang tepat.

5.    Bekerja dengan Rencana Menggelinding (Rolling Plan)
Bertujuan agar semua kebutuhan yang ada disetiap unit yang ada diperguruan tinggi dapat dipenuhi.

6.    Pendekatan Fungsional. Penggunaan SP4 melihat suatu masalah mulai dari fungsi-fungsi yang ada diperguruan tinggi, yaitu masing-masing unit-unit yang ada harus dapat menganalisis kebutuhan yang dimilikinya.

D.   PELAKSANAAN SP4
            Dalam pelaksanaan SP4 diperguruan tinggi diperlukan beberapa peersyarakat. Persyaratan tersebut dimaksudkan agar Sp4 dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misi masing-masing perguruan tinggi. Untuk mengimplementasikan SP4 secara baik perlu memenuhi persyaratan diantaranya :
1.    Penghayatan karakteristik SP4
2.    Partisipasi smeua pihak yang berkepentingan
3.    Disiplin berdasarkan siklus Sp4 yang telah ditetapkan
4.    Perencaan yang terus menerus dengan mempedomani ketentuan-ketentuan administratif SP4
5.    Komitmen pemimpin untuk mengimplementasikan SP4
6.    Kemampuan untuk menghayati permasalahan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar